Pengertian Tema Lengkap Beserta Jenis, Contoh Singkat, dan Fungsinya

Berikut penjelasan terkait pengertian tema yang dilengkapi dengan jenis, contoh, dan fungsinya. Menurut KBBI, tema adalah pokok pikiran atau dasar cerita yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang, menggubah sajak dan lain sebagainya. Dalam karya sastra, terdapat dua jenis tema yakni tema utama dan tema tambahan.

Dikutip dari , tema utama (mayor) adalah ide yang diulang ulang oleh seorang penulis dalam karya sastranya dan menjadikannya sebagai yang paling signifikan dalam karya tersebut. Tema tambahan (minor) adalah ide lain yang mengacu pada ide utama sebuah karya, ide ini dapat menggantikan tema minor lainnya. Contoh dalam karya milik Jane Austen yang berjudul Pride and Prejudice .

Tema utama adalah pernikahan. Sementara tema tambahannya meliputi cinta, persahabatan, kepura puraan, dll. Subjek adalah topik yang menjadi landasan suatu karya sastra, sedangkan tema adalah pendapat yang diungkapkan tentang subjek tersebut.

Misalnya, seorang penulis dapat memilih topik perang untuk ceritanya, dan temanya mungkin pendapat pribadinya bahwa perang adalah kutukan bagi kemanusiaan. Biasanya terserah pada pembaca untuk menggali tema suatu karya sastra dengan menganalisis tokoh, plot, dan lain sebagainya. Ada beberapa cara bagi seorang penulis untuk menyajikan tema dalam sebuah karya sastranya.

Seorang penulis dapat mengungkapkan suatu tema melalui perasaan tokoh utamanya terkait subjek yang dipilihnya untuk ditulis. Bisa juga tema disajikan melalui pemikiran dan percakapan karakter yang berbeda. Pengalaman tokoh utama dalam suatu karya sastra juga bisa memberikan gambaran tentang temanya.

Selain itu, aksi dan peristiwa yang terjadi dalam sebuah narasi juga bisa dijadikan pijakan ketika menentukan tema. Saat astronot mendarat di bulan, dia merasa kesepian. Berpikir tidak ada orang lain, dia menjadi sedikit sedih, meskipun pemandangan Bumi sangat indah. (Contoh tema kesepian)

Para penjelajah ruang angkasa sedang melakukan perjalanan ke bulan, ketika pesawat luar angkasa mereka tiba tiba kehabisan bahan bakar. Mereka semua ketakutan mengetahui bahwa mereka tidak akan bisa kembali ke Bumi, dan hanya bisa mendarat di bulan. (Tema ketakutan) Upacara pernikahan mereka berlangsung di sebuah hotel besar.

Semua orang terkemuka di kota diundang, alasan perayaan itu luar biasa. (Tema kebahagiaan) Begitu jam menunjukkan pukul 12 siang, kegembiraan dimulai. Itu menandakan dimulainya perjalanan dari Timur ke Barat pada hari pertama tahun ini. (Tema ucapan selamat)

Semua anggota keluarga berpakaian serba hitam, dengan wajah muram. Mereka berpartisipasi dalam upacara pemakaman kerabat mereka yang telah meninggal. (Tema kesuraman) Guru tersebut berkata bahwa dia berharap semua siswanya akan lulus dengan nilai yang bagus. (Tema optimisme)

Cinta dan persahabatan sering menjadi tema dalam kesusastraan. Susastra adalah karya sastra yang isi dan bentuknya sangat serius, berupa ungkapan pengalaman jiwa manusia yang ditimba dari kehidupan kemudian direka dan disusun dengan bahasa yang indah sebagai sarananya sehingga mencapai syarat estetika yang tinggi. Tema cinta dan persahabatan mampu menghasilkan liku liku emosional dalam sebuah narasi, dan dapat mengarah pada berbagai akhir, mungkin bisa bahagia, sedih, atau pahit.

Karya sastra terkenal dengan tema cinta dan persahabatan: Romeo dan Juliet oleh William Shakespeare Wuthering Heights oleh Emily Bronte Anna Karenina oleh Leo Tolstoy Sense and Sensibility oleh Jane Austen Pride and Prejudice oleh Jane Austen Tema perang telah dieksplorasi dalam literatur sejak zaman kuno.

Ahli sastra yang menggunakan tema ini mungkin mengagungkan atau mengkritik gagasan perang. Karya sastra terbaru menggambarkan perang sebagai kutukan bagi kemanusiaan, karena penderitaan yang ditimbulkannya. Beberapa contoh terkenal meliputi:

Iliad dan Odyssey oleh Homer War and Peace oleh Leo Tolstoy Gone with the Wind oleh Margaret Mitchell A Farewell to Arms oleh Ernest Hemingway Arms and the Man karya Bernard Shaw A Band of Brothers: Stories from Vietnam oleh Walter McDonald Narasi semacam itu juga mencakup sub tema, seperti "kejahatan tidak bisa disembunyikan", "kejahatan selalu dihukum," dan lain lain. Beberapa contoh tema kejahatan dan misteri yang terkenal meliputi:

The Murders in the Rue Morgue oleh Edgar Allan Poe Sherlock Holmes oleh Arthur Conan Doyle Bleak House oleh Charles Dickens Balas dendam adalah tema berulang lainnya yang ditemukan dalam banyak karya sastra populer. Seorang karakter menghadapi keadaan tertentu yang membuatnya sadar akan keharusannya untuk balas dendam.

Hasil dari tindakannya seringkali pahit, tetapi terkadang mereka akhirnya merasa puas. Beberapa contoh tema pembalasan yang terkenal meliputi: Hamlet and Macbeth oleh William Shakespeare

The Count of Monte Cristo oleh Alexander Dumas The Girl Who Kicked the Hornet’s Nest oleh Stieg Larsson Time to Kill oleh Grisham

Tema merupakan elemen cerita yang mengikat berbagai elemen penting dari sebuah narasi. Tema memberi pembaca pemahaman yang lebih baik tentang konflik, pengalaman, penemuan, dan emosi karakter utama dalam sebuah karya. Melalui tema, seorang penulis mencoba memberi pembacanya wawasan tentang bagaimana dunia bekerja, atau bagaimana dia memandang kehidupan manusia.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *